Pos

13

Perjuangan Indonesia Meraih Kemerdekaan dari Bangsa Portugis

PERJUANGAN INDONESIA MERAIH KEMERDEKAAN DARI BANGSA PORTUGIS

Image result for bangsa portugis menjajah indonesia

Melalui penjelajahan samudra, bangsa Portugis berhasil mencapai India (Calcuta) tahun 1498 dann berhasil mendirikan kantor dagangnya di Goa (1509).

Mereka mengetahui dari pedagang yang ada di India bahwa terdapat pusat perdagangan rempah – rempah di daerah yang bernama Malaka. Oleh karena itu, dipersiapkan adanya ekspedisi lanjutan untuk menemukan Malaka. Tahun 1512, Alfonso de Albuquerque mengurumkan beberapa buah kapal ke Maluku. Awalnya masyarakat Maluku menyambut baik dan saling berebut menanamkan pangaruh kepada Portugis agar dapat membeli rempah-rempah dan membantu masyarakat Maluku menghadapi musuh-musuhnya.

Perjanjian monopoli pendagangan rempah-rempah  ternyata menimbulkan kesengsaraan. Rakyat tidak dapat menjual rempah-rempah secara bebas, rakyat ternate harus menjual rempah-rempah kepada Portugis. Hal itu merugikan rayat

Oleh karena itu tejadi permusuhan antara rakyat ternate dan Portugis. Selain mengadakan monopoli pendagangan rempah-rempah di maluku, portugis juga aktif menyebarkan agama katolik dengan tokohnya Franciscus Xaverius.

 

Demak sebagai kerajaan yang berdiri di Jawa menyiapkan perlawanan kepada Portugis yang menduduki Malaka. Pasukan penyerangan terhadap Portugis dipimpin oleh Pati Unus yang bergabung dengan Pate Kadir beserta pasukannya. Dengan 100 perahu pada 1513, ribuan prajurit menyerang Malaka. Namun kekuatan Demak dan Kadir belum bisa menandingi Portugis dan mengalami kegagalan. Dari kegagalan penyerangan ini memperkokoh posisi Portugis di Nusantara. Kemudian Portugis memperluas monopolinya hingga ke bagian kepulauan – kepulauan Nusantara.

Adapun , perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat Maluku kepada bangsa Portugis tersebut dipimpin oleh Sultan Hairun . Namun sayangnya, Sultan Hairun dapat diperdaya oleh bangsa Portugis dengan cara licik, hingga akhirnya Sultan Hairun meninggal dengan cara yang mengenaskan di benteng Duurstede. Hingga akhirnya, perlawanan rakyat Maluku pecah lagi dan perlawanan tersebut dipimpin oleh Sultan Baabullah. Dalam melawan bangsa Portugis tersebut, Sultan Baabulah mengerahkan segala kekuatannya, termasuk tentaranya untuk mengepung benteng Portugis .

Hingga pada akhirnya, Portugis menyerah dan telah dipaksa oleh Sultan Baabulah dan rakyat Maluku untuk meninggalkan Ternate pada tahun 1575. Setelah, bangsa Portugis tersebut telah meninggalkan (terusir) dari Maluku, khususnya kerajaan Ternate , Portugis kemudian melanjutkan aksinya lagi ke lain wilayah yaitu Ambon. Namun di wilayah tersebut, Bangsa Portugiis dikalahkan lagi oleh saingannya, yaitu Belanda.