Pos

TECHNOLOGY-

Bahasa Indonesia – Menulis Karya Ilmiah

PENULISAN MAKALAH

 

  1. A. Pengertian Makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang mencakup dalam lingkup suatu perkuliahan.

 

  1. B. Karakteristik Makalah

Suatu makalah memiliki karakteristik sebagai berikut :

1 . Merupakan hasil kajian literatur atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu perkuliahan.

  1. 2. Mendemonstrasikan pemahaman    mahasiswa    tentang permasalahan teoritik yang dikaji atau kemampuan mahasiswa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip atau teori yang berhubungan dengan

3 . Menunjukkan kemampuan terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan.

4 . Mendemonstrasikan kemampuan meramu berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintetis yang utuh.

 

  1. C. Jenis Makalah

Ada dua jenis makalah yang berlaku di perguruan tinggi yaitu

makalah biasa (common paper) dan makalah posisi (position paper).

Makalah biasa dibuat oleh mahasiswa untuk menunjukkan pemahamannya terhadap permasalahan yang dibahas. Dalam makalah ini secara deskriptif, mahasiswa mengemukakan berbagai pandangan tentang masalah yang dikaji, ia juga memberikan pendapat baik berupa

 

kritik maupun saran mengenai pendapat yang dikemukakan. Tetapi dia tidak perlu memihak salah satu pendapat tersebut. Dengan demikian ia tidak perlu berargumentasi mempertahankan pendapat tersebut.

Dalam makalah posisi, menunjukkan posisi teoritiknya dalam suatu kajian, mahasiswa diminta untuk menunjukkan penguasaan pengetahuan dan berdiri di pihak tertentu dengan atasannya, didukung oleh teori-teori atau data yang relevan. Dalam makalah posisi, mungkin saja mahasiswa memihak salah satu pandangan, tetapi mungkin pula ia membuat suatu sintesis dari berbagai pendapat yang ada. Jadi, kemampuan analisis, sintesis dan evaluasi sangat diperlukan untuk membuat makalah posisi.

 

  1. D. Jenis Makalah dan jenjang Pendidikan

Makalah biasa dipersyaratkan sebagai tugas setiap jenjang pendidikan, baik mahasiswa program Diploma dan S1 maupun mahasiswa S2 dan S3.

Makalah posisi diwajibkan untuk mahasiswa program S2 dan S3. Untuk jenjang Pascasarjana (S2 dan S3), makalah posisi merupakan tugas dari setiap mata kuliah, karena mahasiswa S2 dan S3 harus mampu mendemonstrasikan posisinya dalam setiap topik yang dibahasnya dan harus pula mempertanggungjawabkan posisi tersebut.

 

  1. Sistematika Penulisan Makalah

Baik makalah biasa maupun posisi terdiri atas : KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL (Jika ada) DAFTAR GAMBAR (Jika ada) DAFTAR LAMPIRAN

 

BAB I    PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang Masalah
  2. B. Rumusan Masalah
  3. C. Tujuan
  4. D. Manfaat

 

BAB II PEMBAHASAN

Berisi teori-teori yang relevan yang dapat menjawab masalah yang diajukan.

 

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan

Kesimpulan adalah makna yang diberikan penulis terhadap hasil uraian yang telah dilakukannya dalam bagian isi. Dalam mengambil kesimpulan tersebut penulis tentu saja harus kembali ke permasalahan yang telah diajukan dalam bagian pendahuluan.

 

  1. B. Saran

Saran yang diajukan hendaknya selalu bersumber pada kesimpulan. Artinya, saran hendaknya tidak keluar dari kesimpulan.

 

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

 

 

 

 

PENULISAN ARTIKEL

 

 

  1. Pengertian Artikel

Artikel adalah suatu karangan berupa karya tulis yang ditulis secara lengkap dengan tujuan untuk menyampaikan suatu gagasan  secara menarik, mendidik, dan menghibur. Umumnya artikel sangat mudah kita temui di berbagai media cetak seperti majalah, koran harian, novel, dan media cetak lainnya.

 

  1. Ciri-Ciri Artikel

Suatu karangan karya tulis bisa dikatakan sebagai suatu artikel apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tulisannya singkat, padat, jelas, dan pembahasanya lengkap dan tuntas.
  2. Sumbernya dari fakta yang ada.
  3. Besifat faktual sesuai dengan data-data yang diketahui oleh si pengarang.
  4. Original dan bukan copy writing.
  5. Isi yang disampaikan sesuai dengan fakta yang didapat dari narasumber dan bukan dari pemikiran penulis.
  6. Isinya bisa berupa pemaparan biografi tokoh, kisah-kisah perjalanan, argumentasi, peristiwa, atau hal fakta lainnya.
  7. Gagasan atau topiknya harus menyesuaikan dengan kebutuhan pembaca atau masyarakat umum.
  1. Jenis Artikel

Untuk menjadi seorang penulis karangan sebuah artikel, akan lebih baik jika sudah mengetahui dan memahami jenis-jenis dari suatu artikel yang akan dibuat. Agar artikel yang ditulis menjadi lebih layak. Berikut ini adalah jenis-jenis artikel yang perlu diketahui.

  1. Argumentasi, jenis artikel ini berisikan penjelasan kebenaran suatu masalah yang bertujuan untuk membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan bukti alasan dasar sebuah fakta. Harapan penulis dalam membuat artikel jenis ini yaitu untuk membenarkan suatu masalah dengan bukti fakta, data, dan opini.
  2. Eksposisi, jenis artikel ini berisikan mengenai penjelasan dengan tujuan untuk menginformasikan pengetahuan tambahan bagi pembaca dengan lengkap dan menyuguhkan gambar, grafik, dan lainnya.
  3. Deskripsi, jenis artikel ini berisikan penjelasan dengan gambaran-gambaran yang mampu membuat pembaca bisa merasakan, melihat, dan mendengar keadaan yang ditulis pada artikel.
  4. Persuasi, jenis artikel ini berisikan penjelasan yang bersifat mengajak atau ajakan agar pembaca berbuat sesuatu sesuai dengan yang ada di artikel.
  5. Narasi, jenis artikel ini berisikan pembahasan seuatu peristiwa yang lengkap dengan urutan waktu kejadian dari awal sampai selesai.

 

  1. Sistematika Penulisan Artikel

 

  1. Judul

Judul tulisan hendaknya menggambarkan isi pokok tulisan secara ringkas dan jelas.

 

  1. Nama Penulis

Nama-nama penulis dituliskan tepat di bawah judul, disertai dengan alamat institusi penulis, serta catatan kaki untuk penulis korespondensi.

 

  1. Abstrak

(maksimum satu halaman) Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Abstrak berisi tidak lebih dari 250 kata dan merupakan intisari seluruh tulisan yang meliputi: latar belakang, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan dan ditulis dengan jarak baris 1,0 spasi. Di bawah abstrak disertakan 3-5 kata-kata kunci(keywords).

 

  1. Pendahuluan

Pendahuluan merupakan gambaran umum dari observasi awal dan fenomena mengenai topik yang diangkat. Latar belakang, rumusan, tujuan dari kegiatan (penelitian, pengabdian, atau yang lainnya) serta manfaat untuk waktu yang akan datang ditunjukkan dalam pendahuluan. Dengan merujuk dari berbagai sumber pustaka, pandangan singkat dari para penulis/peneliti lain yang pernah melakukan pembahasan topik terkait dapat dikemukakan disini untuk menerangkan kemutakhiran substansi pekerjaan.

 

  1. Tujuan

Tujuan artikel ilmiah harus diungkapkan secara jelas dan mencerminkan judul artikel.

 

  1. Metode

Judul dari bagian ini dapat diganti dengan Metode Penelitian, Metode Pelaksanaan atau Bahan dan Metode, namun dapat diberi judul lain bergantung pada kegiatan dan metodologi yang telah dilakukan sehingga penulis diberi kebebasan untuk memberi judul lain seperti Pendekatan Teoritik atau Konsideran Percobaan. Secara umum, metode berisi tentang bagaimana observasi dilakukan termasuk waktu, lama, dan tempat dilakukannya observasi, bahan dan alat yang digunakan, metode untuk memperoleh data/informasi, serta cara pengolahan data dan analisis yang dilakukan. Metode harus dijelaskan secara lengkap agar peneliti lain dapat melakukan uji coba ulang. Acuan (referensi) harus dimunculkan jika metode yang ditawarkan kurang dikenal atau unik.

 

  1. Hasil dan Pembahasan

Bagian ini menjelaskan tentang apa saja yang diperoleh dari observasi. Data dapat diringkas dalam bentuk tabel dan gambar. Tidak ada spekulasi dan interpretasi dalam bagian ini, yang ada hanya fakta. Umumnya berisi uraian dan analisis berkaitan dengan temuan-temuan dari observasi yang telah dilakukan, terutama dalam konteks yang berhubungan dengan apa yang pernah dilakukan oleh orang lain. Interpretasi dan ketajaman analisis dari penulis terhadap hasil yang diperoleh dikemukakan di sini, termasuk pembahasan tentang pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari hasil observasi serta dugaan ilmiah yang dapat bermanfaat untuk kelanjutan bagi penelitian mendatang. Pemecahan masalah yang berhasil dilakukan, perbedaan dan persamaan dari hasil pengamatan terhadap informasi yang ditemukan dalam berbagai pustaka (penelitian terdahulu) perlu mendapatkan catatan di sini. Hasil dan pembahasan handaknya menjadi satu kesatuan, dan  tidak dipisah menjadi sub bab tersendiri.

 

  1. Kesimpulan

Kesimpulan merupakan bagian akhir tulisan yang membawa pembaca keluar dari pembahasan. Secara umum kesimpulan menunjukkan jawaban atas tujuan yang telah dikemukakan dalam pendahuluan.

 

  1. Daftar Pustaka

Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber pustaka yang telah dirujuk dalam tubuh tulisan. Untuk setiap pustaka yang dirujuk dalam naskah harus muncul dalam daftar pustaka, begitu juga sebaliknya setiap pustaka yang muncul dalam daftar pustaka harus pernah dirujuk dalam tubuh tulisan.

 

 

 

SKRIPSI

 

 

  1. A. Pengertian Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S1. Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan bidang keahliannya.

 

  1. B. Tujuan

Penulisan Skripsi merupakan persyaratan untuk menyelesaikan studi pada Program Studi. Selain itu, Skripsi disusun dan dipertahankan untuk memperoleh gelar Sarjana.

 

  1. C. Karakteristik Skripsi

Skripsi mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1 .    Aspek Permasalahan

a . Identifikasi masalah dapat didasarkan atas informasi dari koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar, atau keadaan lapangan.

  1. b. Masalah yang dikaji dalam Skripsi cenderung pada masalah- masalah yang bersifat penerapan

 

2 .    Aspek Kajian Pustaka

  1. a. Penulis Skripsi hanya  diharapkan  untuk  menjelaskan keterkaitan antara penelitian yang dilakukan dengan penelitian- penelitian lain dengan topik yang
  2. b. Pustaka yang dijadikan sumber acuan dalam kajian pustaka pada Skripsi seyogyanya menggunakan sumber primer dan dapat juga menggunakan sumber sekunder. Sumber primer, seperti hasil-hasil penelitian dalam laporan penelitian, seminar hasil penelitian, dan jurnal-jurnal penelitian.

 

3 .    Aspek Metodologi Penelitian

a . Penulis Skripsi dituntut untuk menyebutkan apakah sudah ada upaya untuk memperoleh data penelitian secara akurat dengan menggunakan instrumen pengumpul data yang valid.

  1. b. Dalam Skripsi, penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dalam pengumpulan data tidak harus dikem
  2. c. Asumsi-asumsi yang dikemukakan dalam Skripsi tidak harus diverifikasi dan tidak  har us  disebutkan  keterbatasan
  3. d. Dalam penelitian kuantitatif, Skripsi dapat mencakup satu variabel
  4. e. Dalam penelitian kualitatif, Skripsi dapat ditulis berdasarkan studi kasus tunggal dan dalam satu lokasi

 

4 .    Aspek Hasil Penelitian

a . Hasil penelitian yang dipaparkan dalam kesimpulan Skripsi harus didukung oleh data yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan.

  1. b. Peng ajuan Saran pada bagian akhir Skripsi tidak har us dilengkapi dengan argumentasi yang didukung oleh hasil
  2. c. Hasil penelitian Skripsi yang ditulis dalam bentuk artikel hendaknya diarahkan untuk dapat diterbitkan dalam jurnal ilmiah yang berm

 

 


PENULISAN SKRIPSI

 

  1. A. Proposal Penelitian

Pembimbing skripsi, mahasiswa wajib menyusun proposal penelitian, dengan format sebagai berikut :

1 . Judul Proposal Skripsi

2 . Latar Belakang Masalah

3 . Rumusan Masalah

4 . Tujuan Penelitian

5 . Sistematika Penulisan

  1. Dasar Teori
  2. Perancangan Sistem
  3. Penyajian Data
  4. Daftar Pustaka

Setelah selesai membuat proposal penelitian, mahasiswa mulai bekerja di bawah bimbingan Pembimbing dengan tujuan untuk menajamkan fokus per masalahan, kajian teoritis, dan metodologi penelitian yang akan digunakan, sehingga layak untuk diseminarkan.

 

  1. B. Sistematika Penulisan Skripsi

Sistematika Skripsi terdiri dari :

1 . JUDUL

2 . Nama dan kedudukan PEMBIMBING

3 . PERNYATAAN tentang keaslian karya ilmiah

4 . KATA PENGANTAR

5 . ABSTRAK (tidak lebih dari 1 halaman)

6 . DAFTAR ISI

7 . DAFTAR TABEL (bila ada)

8 . DAFTAR GAM BAR (bila ada)

9 . DAFTAR LAMPIRAN (bila ada)

10.BAB I    PENDAHULUAN

11.BAB II   KAJIAN PUSTAKA/ DASAR TEORI

12.BAB III METODE PENELITIAN/ PERANCANGAN

13.BAB IV HASIL PENELITIAN

14.BAB V   PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

15.BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

16.DAFTAR PUSTAKA

17.LAMPIRAN-LAMPIRAN

18.RIWAYAT HIDUP PENULIS

 

Penjelasan ringkas dari sistematika skripsi di atas adalah :

  1. 1. Judul

Judul skripsi, dir umuskan dalam satu kalimat yang ringkas, komunikatif, dan afirmatif. Walaupun judul sudah harus dibuat sejak proposal penelitian dibuat, namun pada akhirnya judul dapat saja berubah sesuai dengan kesepakatan antara mahasiswa dengan para pembimbing yang bersangkutan berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan dan diolah.

 

  1. 2. Pembimbing

Kedudukan Pembimbing ini ditempatkan dalam halaman khusus. Untuk skripsi dapat digunakan istilah PEMBIMBING PERTAMA, PEMBIMBING KEDUA. Nama Pembimbing harus ditulis lengkap dan benar. Begitu juga gelar akademik maupun gelar-gelar lainnya.

 

  1. 3. Pernyataan tentang Keaslian Karya Tulis

Pernyataan ini menegaskan bahwa karya tulis skripsi, adalah benar- benar karya mahasiswa yang bersangkutan, dan bukan jiplakan serta data yang dimuat bukan hasil rekayasa.

 

  1. 4. Kata Pengantar

Kata pengantar berisi uraian yang mengantar para pembaca skripsi, kepada permasalahan yang diteliti. Dalam kata pengantar dapat pula dikemukakan ucapan terima kasih dan apresiasi mahasiswa kepada pihak- pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan karya tulis ilmiahnya.

 

  1. 5. Abstrak

Abstrak merupakan uraian singkat tetapi lengkap yang dimulai dengan judul, permasalahan, tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil penelitian dan saran. Abstrak ini cukup 1 (satu) halaman diketik satu spasi (150-200 kata). Untuk skripsi, abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris ditempatkan sesudah halaman persetujuan pembimbing.

 

  1. 6. Daftar Isi

Daftar isi ini merupakan penyajian sistematika isi secara lebih rinci dari skripsi. Daftar isi berfungsi untuk mempermudah para pembaca mencari judul atau sub-judul isi yang ingin dibacanya. Oleh karena itu, judul dan sub-judul yang ditulis dalam daftar isi har us langsung ditunjukkan nomor halamannya.

Nomor-nomor untuk halaman awal sebelum BAB I digunakan angka Romawi kecil (misalnya i, ii, iii, dst), sedangkan dari halaman pertama BAB I sampai dengan halaman terakhir dari karya tulis ilmiah digunakan angka Arab (1, 2, 3, dst).

 

  1. 7. Daftar Tabel

Pada dasarnya, fungsi daftar tabel ini sama dengan daftar isi, yakni menyajikan tabel secara berurutan mulai dari tabel pertama sampai dengan tabel terakhir yang ada dalam skripsi. Secara berurutan daftar tabel ini menyatakan nomor urut tabel (dengan dua angka Arab) yang masing–masing menyatakan nomor urut tabel dan nomor urut bab di dalam skripsi itu.

Contoh : Tabel 1.3., artinya tabel nomor 3 ditulis pada Bab I. judul tabel ditulis dengan HURUF BESAR untuk setiap huruf awal dari setiap kata.

  1. 8. Daftar Gambar

Daftar gambar berfungsi untuk menyajikan gambar secara berurutan dengan masing-masing disebutkan Nomor Ur ut Gambar dengan menggunakan dua angka Arab seperti pada daftar tabel judul gambar ditulis dengan huruf besar untuk setiap huruf awal dari setiap kata.

 

  1. Daftar Lampiran

Daftar lampiran ini mempunyai fungsi yang sama dengan daftar- daftar lain yakni menyajikan lampiran secara berurutan. Dalam daftar lampiran disajikan Nomor Urut Lampiran (dengan satu angka Arab).

 

 

  1. 10. BAB I PENDAHULUAN

Bab I skripsi, tentang pendahuluan merupakan bagian awal skripsi. Pendahuluan ini berisi : Latar belakang masalah, fokus penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian. Secara ringkas berikut ini dibahas satu persatu.

10.1. Latar Belakang Masalah

Pembahasan dalam latar belakang masalah ini ber maksud membeberkan mengapa masalah yang diteliti itu timbul dan penting dilihat dari segi profesi peneliti, pengembangan ilmu dan kepentingan pembangunan. Yang perlu disajikan dalam latar belakang masalah adalah apa yang membuat peneliti merasa masalah tersebut penting untuk diteliti. Dalam latar belakang masalah sebaiknya diungkapkan gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan. Ada baiknya kalau diutarakan kerugian-kerugian apa yang bakal diderita apabila masalah tersebut dibiarkan tidak diteliti dan keuntungan-keuntungan apa yang kiranya bakal diperoleh apabila masalah tersebut diteliti.

 

10.2.Rumusan Masalah

Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Per umusan masalah mer upakan pernyataan lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan fokus penelitian. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimatnya.

 

10.3.Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara mer umuskannya.   Masalah   penelitian   dir umuskan   deng an menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan.

 

10.4.Manfaat Penelitian

Pada bagian ini, manfaat penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Manfaat Penelitian ditunjukan bagi pengembangan ilmu (teoritis) dan pelaksanaan pembangunan dalam arti luas (praktis).

 

  1. 11. BAB II KAJIAN PUSTAKA/ DASAR TEORI

Kajian Pustaka memuat deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti. Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang ditelti, maka diperlukan adanya kajian teoritis yang mendalam. Di sini, peneliti dituntut mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Jadi, pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah, tetapi disatukan dalam satu bab dengan Kajian Pustaka.

Bahan-bahan Kajian Pustaka dapat diangkat dari beberapa sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar, diskusi ilmiah, terbitan resmi pemerintah dan lembaga–lembaga lain.

Perlu ditegaskan di sini, pada bagian akhir Kajian Pustaka perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau Kerangka Pemikiran yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji.

Pemilihan bahan Pustaka yang disajikan berdasarkan pada 3 (tiga)

kriteria, yaitu relevan, kelengkapan dan kemutakhiran (kecuali penelitian

sejarah). Relevansi, berkenaan dengan kecocokan antara variabel yang diteliti dengan teori yang dikemukakan. Kelengkapan, berkenaan dengan banyaknya sumber yang dibaca. Kemutakhiran, berkenaan dengan dimensi waktu. Makin baru sumber yang digunakan, maka akan semakin mutakhir teori.

 

  1. 12. BAB III METODE PENELITIAN/ PERANCANGAN

Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab Metode Penelitian paling tidak mencakup : (1) Pendekatan, (2) jenis penelitian yang digunakan (seperti eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, historis, korelasional, komparasi), (3) Populasi dan Sampel (kuantitatif), (4) Sumber Data (Kualitatif), (5) Instrumen penelitian, (6) pengumpulan data, dan (7) Analisis data. Di samping itu, dilaporkan juga tentang uji validitas dan reliabilitas sepanjang memungkinkan.

 

  1. 13. BAB IV HASIL PENELITIAN

Dalam bab ini dilaporkan hasil-hasil penelitian. Penyajian mengikuti butir-butir tujuan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian. Dalam menjawab masalah penelitian atau tujuan penelitian, harus disimpulkan secara eksplisit hasil-hasil yang diperoleh. Dengan kata lain, temuan-temuan dari variabel yang diteliti dituangkan secara singkat namun bermakna. Jadi, bahasan pada bagian ini dibatasi pada hal-hal yang bersifat faktual, tidak mencakup pendapat pribadi (interpretasi peneliti).

Untuk penelitian kuantitatif, pengujian hipotesis hanya terbatas pada interpretasi atas angka statistik yang diperoleh dari perhitungan statistik.

 

  1. 14. BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Bagian ini menguraikan pembahasan hasil penelitian. Peneliti harus membandingkan atau menyandingkan temuan-temuan penelitian yang diperoleh dengan teori yang digunakan dan temuan empiris lain yang relevan. Dalam pembahasan ini diperlukan sikap ilmiah peneliti, yakni sikap tidak segan-segan mengemukakan hasil-hasil penelitiannya itu secara apa adanya tanpa meninggalkan tata krama ilmiah. Di samping itu, juga sikap bersedia dan terbuka mengemukakan sebab-sebab keanehan hasil penelitiannya jika hal itu memang terjadi.

Jadi, dalam pembahasan hasil penelitian ini, penafsiran terhadap temuan penelitian dilakukan dengan menggunakan logika dan teori-teori yang ada (yang digunakan dalam penelitian).

 

  1. 15. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Isi Kesimpulan harus terkait langsung dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan kata lain, kesimpulan penelitian terkait secara subtantif dengan temuan-temuan penelitian yang mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian, konsistensi isi dan tata urutan rumusan masalah, tujuan penelitian, hasil yang diperoleh dan kesimpulan penelitian tetap terpelihara.

Dalam menuliskan kesimpulan dapat ditempuh dua cara berikut :

1 . Dengan cara butir demi butir, atau

2 . Dengan cara esei padat.

 

Sementara Saran, hendaknya selalu bersumber pada temuan penelitian, pembahasan dan kesimpulan hasil penelitian. Saran hendaknya tidak keluar dari batas-batas lingkup penelitian.

Saran yang baik dapat dilihat dari rumusannya yang bersifat rinci dan operasional. Artinya, jika orang lain hendak melaksanakan saran itu, ia tidak mengalami kesulitan dalam menafsirkan atau melaksanakannya. Saran dapat ditujukan kepada pergur uan tinggi, lembaga pemerintah ataupun swasta, atau pihak lain yang dianggap layak.

 

  1. 16. DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka memuat semua sumber tertulis (buku, artikel jurnal, dokumen resmi, atau sumber-sumber lain dari internet) atau tercetak (misalnya Compact Disk, Video, film, atau kaset) yang pernah dikutip dan digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah. Semua sumber tertulis atau tercetak yang tercantum dalam uraian harus dicantumkan dalam daftar pustaka.

Penulisan daftar pustaka berdasarkan standar:

  1. IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)

Nama pengarang, judul buku, edisi jika ada, tempat publikasi: penerbit, tahun terbit.

  1. Harvard- APA (American Psychological Association)

Nama pengarang, tahun terbit, judul, penerbit, kota terbit.

  1. Ejaan Bahasa Indonesia

Nama pengarang. Tahun Terbit. Judul. Kota Terbit: Penerbit.

 

  1. 17. LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran-lampiran berisi semua dokumen yang digunakan dalam penelitian dan penulisan hasil-hasilnya menjadi satu karya tulis ilmiah. Setiap lampiran diberi nomor urut sesuai dengan urutan penggunaannya. Di samping diberi nomor urut, lmpiran ini juga diberi Judul Lampiran.

 

  1. 18. RIWAYAT HIDUP

Riwayat hidup dibuat secara padat dan hanya menyampaikan hal- hal yang relevan dengan kegiatan ilmiah, tidak semua informasi tentang yang bersangkutan. Cakupannya adalah : nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dan jabatan (bila telah bekerja), prestasi-prestasi yang pernah dicapai, dan karya ilmiah/ publikasi yang telah dihasilkan atau diterbitkan. Riwayat hidup dapat dibuat dengan gaya butir perbutir dan dapat pula dibuat dengan gaya esei padat. Dalam skripsi, gaya yang kedua lebih tepat daripada gaya yang pertama.

 

Jika anda ingin mengajukan pertanyaan seputar artikel terkait, silahkan masukkan pada kolom komentar. Anda dapat mengunduh Materi Lengkap dari artikel terkait dengan mengklik button download di bawah ini