Pos

qqqq

Sistem Operasi – Linux Booting Process (Praktikum)

Tujuan Praktikum:

  • Mengetahui inisialisasi booting proses pada sistem operasi Linux
  • Melakukan perubahan inisialisasi booting proses

 

LINUX BOOTING PROCESS

 

LAPORAN RESMI:

1. Analisa hasil percobaan yang Anda lakukan.
2. Kerjakan latihan diatas dan analisa hasil tampilannya.
3. Berikan kesimpulan dari praktikum ini.

 

TUGAS PENDAHULUAN:

Sebagai tugas pendahuluan, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

1. Sebutkan inisialisasi proses apa saja yang dilakukan oleh sistem operasi Linux pada saat booting!

• Inisialisasi dimulai dari BIOS (Basic Input Output System, adalah antar muka level terendah antara computer dan peripheral
• MBR menunjuk ke boot loader (LILO: Linuk Boot Loaader).
• LILO akan menanyakan label system operasi yang akan mengidentifikasi kernel yang dijalankan. Kernel akan menjalankan system operasi linux
• Yang pertama kali dikerjakan oleh kernel adalah menjalankan program init. Init adalah root/parent dari semua proses yang dijalankan pada linux.
• Proses pertama yang melalui init adalah skrip /etc/rc.d/rc/sysinit.
• Berdasarkan run level yang ditentukan, script dieksekusi untuk memulai proses tertentu untuk menjalankan system dan membuat system lebih fungsional.

2. Apa yang dilakukan sistem operasi Linux pada saat booting?

memounting perangkat-perangkat yang terpasang dan melakukan beberapa inisialisasi proses-proses yang akan berjalan pada system yang meliputi beberapa Ketentuan Pembacaan file Startup seperti Berikut:

• 0 shut down (Do NOT set initdefault to this)
• Single user mode
• Multiuser, without NFS (Nilainya sama dengan 3, jika user tidak memiliki jaringan)
• Default text start. Full multiuser
• Unused
• X11
• Reboot (Do NOT set initdefault to this)

3. Apakah isi dari file /etc/inittab. Sebutkan siste m proses yang dapat dimasukkan pada variabel initdefault dan jelaskan maksudnya?

Berisi perintah-perintah untuk memulai system komputer, setelah selesai melakukan inisialisasi, selanjutnya akan di booting ke run level yang didefinisikan oleh init default. Init biasanya memulai “getty” yang menunggu layer login yang menandakan proses seorang user.

4. Apa yang dimaksud dengan run level pada linux? Sebutkan perbedaan file pada /etc/rc.d/rc#.d/ yang menggunakan awalan ”S” dan awalan ”K”?

Run level pada linux adalah proses kelanjutan dari booting linux yang salah satu fungsinya adalah untuk booting untuk masuk dalam mode teks atau GUI. Skrip yang dimulai dengan huruf “S” akan dijalankan selama system boot dan kemudian akan berjalan pada background, dan skrip yang berawalan huruf “k” akan dieksekusi pada saat shutdown, system ini menyediakan urutan system ke state yang berbeda untuk mode aktivasi skrip init.

5. Apa yang dimaksud dengan perintah service dan chkconfig?

Perintah Service adalah pelayanan proses dan perintah chkconfig adalah untuk membangkitkan dan memutuskan link antara direktori /etc/rc.d/init.d/ dan direktori run level /etc/rc.d/rc [0-6].d/ untuk mengontrol inisialisasi proses boot dan proses shutdown

PERCOBAAN:

1. Login sebagai root.
2. Bukalah Console Terminal dan lakukan percobaan-percobaan di bawah ini kemudian analisa hasil percobaan.
3. Selesaikan soal-soal latihan.

Percobaan 1: Linux INIT Process
1. Program /sbin/init akan dijalankan pada saat booting. Eksekusi program ini berdasarkan file /etc/inittab. Lihatlah isi file /etc/inittab dan perhatikan mode default runlevel pada baris initdefault

e1
e2

Analisa: Pada percobaaan diatas kita mengakses program /sbin/init yang akan dijalankan pada saat booting. Pada saat kita mengeksekusi cat /etc/init/rc-sysinit.conf kita dapat melihat dan merubah runlevel dari tty linux yang defaultnya adalah 2. Jika ingin mengakses run level console maka ubahlah angka 2 menjadi 3.

2. Berdasarkan runlevel yang dipilih, proses init kemudian mengeksekusi skrip startup yang berada pada sub direktory /etc/rc.d. Skrip yang digunakan untuk runlevel 0 sampai dengan 6 berada pada sub directory

e3
e4
e5
e6
e7
e8
e9
e10
e11

Analisa: Pada percobaan di atas kita menggunakan skrip tersebut untuk mengetahui inisialisasi dari masing-masing runlevel yang dijalankan.

3. Setiap nama file pada direktori misalnya /etc/rc.d/rc5.d dimulai dengan huruf “S” merupakan skrip startup sedangkan skrip yang dimulai dengan huruf “K” merupakan skrip shutdown. Angka yang mengikuti “K” atau “S” menandakan urutan skrip yang dijalankan. Contohnya ”kudzu” dengan nilai ”05” dijalankan sebelum ”wlan” dengan nilai ”09”

e12
e13

Analisa: Pada percobaan di atas kita menggunakan skrip tersebut untuk mengetahui inisialisasi dari runlevel 5 yang dijalankan.

Percobaan 2: Menentukan default boot runlevel

1. Default boot runlevel pada file /etc/inittab diset dengan menggunakan variabel initdefault. Jika diset “3”, sistem boot menggunakan antar muka teks pada console VGA; jika diset “5”, menggunakan GUI

e14

Analisa: Pada percobaan di atas kita ingin mengetahui default boot runlevel pada Ubuntu yang kita jalankan yaitu runlevel 3

2. Hapus baris initdefault yang tidak diperlukan pada file /etc/inittab. Buatlah baris baru untuk set sistem boot menggunakan console VGA / teks

e15

Analisa: Pada percobaan di atas kita ingin berpindah runlevel dari GUI menjadi CLI oleh karena itu kita menghilangkan tanda pagar pada id 3 dan memberi pagar pada id 5. Id 3 merupakan mode CLI dan id 5 merupakan mode GUI

3. Setelah dilakukan perubahan variabel initdefault, lakukan reboot. Perhatikan apakah masuk ke mode teks

e16
e17

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk mereboot system operasi linux

4. Lakukan perubahan kembali dari 3 ke 5 dan lakukan reboot sistem. Ingat, jangan melakukan setting ke 6 karena sistem akan reboot terus-menerus. Sedangkan setting 0 maka sistem tidak pernah dimulai.

e18
e19
e20

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk merubah runlevel dari CLI menjadi GUI

Percobaan 3: Menggunakan Console GUI

1. Kita dapat masuk ke console GUI jika sistem berada pada mode teks. Pertama ubahlah variabel initdefault pada file /etc/inittab dan ubahlah ke mode 3 atau dengan menggunakan perintah init

e21
e22

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk mengakses mode 3 (CLI/Text) tanpa harus mengakses ke /etc/init/rc-sysinit.conf dan mengubah runlevelnya secara manual

2. Metode Manual: Jalankan aplikasi X terminal GUI dengan menjalankan perintah “startx” pada console VGA. Untuk keluar gunakan logout

e23
e24
e25

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk menjalankan aplikasi X terminal GUI pada console VGA

3. Metode Otomatis: Anda dapat menjalankan X terminal GUI setiap kali reboot menggunakan perintah init. Anda harus mengedit variabel initdefault”pada file /etc/inittab seperti percobaan 2 agar setiap booting masuk ke mode GUI. Ubahlah kembali ke mode 5.

e26
e27
e28

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk menjalankan aplikasi X terminal GUI pada console VGA setiap kali reboot menggunakan perintah init. Init 5 digunakan untuk masuk ke mode GUI

Percobaan 4: Menggunakan Virtual Console

1. Untuk mendapatkan command prompt dapat dilakukan dengan membuka terminal pada Jendela GUI. Default-nya, Linux menjalankan 6 virtual consol atau TTY session yang dijalankan pada console VGA. Hal ini didefinisikan dengan statement mingetty pada file /etc/inittab. Console X terminal GUI membuat virtual console sendiri menggunakan TTY pertama yang tersedia yang tidak dikontrol oleh mingetty. Hal ini menyebabkan GUI berjalan sebagai nomor 7. Perhatikan baris mingetty pada file /etc/inittab, virtual console nomor berapa yang dikontrol?

e29

Analisa: Virtual console yang dikontrol adalah nomor 5 yaitu akses mode secara GUI

2. Cobalah masuk ke virtual console menggunakan <CTRL> <ALT> <F1> sampai dengan <F6>

e30
e31
e32
e33
e34
e35

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk masuk ke virtual console menggunakan <CTRL> <ALT> <F1> sampai dengan <F6>

3. Untuk masuk ke login GUI gunakan <CTL> <ALT> <F7>, hanya jika berada pada run level 5 atau GUI dijalankan setelah ”startx”

e36

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk masuk ke login GUI gunakan <CTL> <ALT> <F7>, hanya jika berada pada run level 5 atau GUI dijalankan setelah ”startx”

Percobaan 5: Shutdown dan rebooting sistem

1. Perintah init akan mengubah runlevel, untuk shutdown nilainya adalah 0

e37

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk mengubah runlevel menjadi 0 yang digunakan untuk menshutdown system operasi linux

2. Perintah shutdown menyebabkan efek yang sama. Opsi ”–y” untuk mengabaikan prompt pesan dan ”–h” untuk halt sistem. Opsi 0 menunjukkan berapa lama menunggu memulai prosedur, dalam hal ini 0 menit

e38

Analisa: Perintah di atas digunakan menshutdown system operasi linux dimana waktu delay untuk shutdown adalah 0 detik

3. Anda juga bisa menggunakan perintah init untuk reboot sistem dengan memasukkan runlevel 6

e39

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk me-reboot sistem dengan memasukkan runlevel 6

4. Perintah reboot menpunyai efek yang sama, tetapi juga mengirimkan pesan warning ke semua user

e40

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk me-reboot system operasi linux dengan mengirimkan pesan warning ke semua user

5. Reboot juga dapat dilakukan dengan perintah shutdown menggunakan opsi “-r” dan menentukan delai misalnya 10 menit.

e41

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk men-shutdown system operasi linux dengan waktu delay selama 10 menit

Percobaan 6: Berpindah ke mode single user

1. Beberapa aktifitas membutuhkan sistem untuk log off semua user, aplikasi dan networking sehingga hanya sistem administrator yang mengakses sistem dari console VGA. Alasan lainnya adalah untuk memperbaiki password ”root”.

2. Jika sistem berjalan normal, berpindah ke mode single user dapat dilakukan dengan perintah init dan memasukkan runlevel 1.

e42

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk berpindah ke mode single user

3. Perintah diatas tidak memberikan warning ke user dan perintah shutdown tidak mempunyai opsi mode single user. Hal ini akan muncul dengan menjalankan perintah shutdown dengan delay.

e43

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk men-shutdown system operasi linux dengan memunculkan peringatan dan waktu delay dari shutdown selama 1 menit

Percobaan 7: Berpindah ke mode single user pada layar Grub

1. Anda dapat masuk ke mode single user secara langsung setelah menghidupkan power sistem.

2. Hidupkan sistem Anda

3. Jika screen Linux muncul, Anda dapat memilih kernel yang diinstal pada sistem. Ketik ”a” untuk ”append”. Maka akan didapatkan prompt untuk menambah opsi boot pada file grub.conf.

e44

Analisa: Perintah di atas tidak dapat dieksekusi karena kita belum menginstall grub loader

4. Tambahkan “1” pada akhir string

e45

Analisa: Perintah di atas tidak dapat dieksekusi karena kita belum menginstall grub loader

5. Tekan Enter. Sistem akan melanjutkan booting, tetapi akan menuju ke promp root # tanpa menanyakan username dan password

Percobaan 8: Berpindah ke default runlevel dari mode single user

1. Perintah “exit” akan menyebabkan sistem keluar dari runlevel 1 dan mengubah ke default runlevel untuk sistem. Anda juga dapat menggunakan perintah init (misalnya “init 3” dan “init 5”)

e46
e47

Analisa: Perintah di atas menyebabkan sistem keluar dari runlevel 1 dan mengubahnya ke default runlevel untuk sistem.

Percobaan 9: Memperbaiki password root

1. Kadangkala anda kehilangan atau lupa pada password root, atau sistem administrator sebelumnya tidak memberi password kepada Anda

2. Masuk ke console VGA dan tekan <CTRL> <ALT> <DEL>. Sistem akan logout

e48
e49

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk masuk ke console VGA dengan menekan <CTRL> <ALT> <DEL> kemudian sistem akan logout

3. Reboot sistem dan masuk ke mode single user

e50
e51
e52

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk me-reboot sistem dan masuk ke mode single user

4. Setelah masuk ke command prompt, ubahlah password root. Mode single user mengasumsikan orang pada consol sebagai “root”, sehingga anda tidak perlu menentukan nama user “root”

e53

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk mengganti password dari root

5. Masuk ke default runlevel dengan menggunakan perintah “exit”.

e54
e55

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk masuk ke default runlevel yaitu runlevel 5 (GUI)

Percobaan 10: Menggunakan perintah chkconfig

1. Perintah chkconfig digunakan untuk melihat aplikasi mana yang dimulai pada setiap runlevel. Opsi ”—list” untuk melihat daftar paket pada /etc/init.d dan runlevel yang ”on” atau ”off”

e56

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk melihat aplikasi mana yang dimulai pada setiap runlevel. Tetapi pada perintah di atas kita tidak dapat menjalankan chkconfig dikarenakan kita belum melakukan penginstalan terhadap program tersebut

2. Anda dapat menggunakan chkconfig untuk mengubah runlevel untuk paket tertentu. Misalnya Sendmail akan dimulai pada startup runlevel 3 atau 5. Ubahlah Sendmail tidak dimulai pada saat boot.

3. Perintah chkconfig dapat digunakan dengan grep untuk menentukan run level dimana Sendmail akan berjalan. Disini terlihat berjalan pada level 3 dan 5.

e57

Analisa: Perintah di atas tidak dapat dijalankan karena package program belum terinstall dari reposititory sehingga menghasilkan pesan error

4. Perintah chkconfig dengan opsi “—level” mengindikasikan bahwa beberapa aksi dikerjakan pada runlevel yang dimasukkan sebagai nilai. Argumen pertama pada perintah adalah paket dan argumen kedua apakah “on” atau “off”. Dalam hal ini Anda ingin Sendmail tidak dimulai jika masuk ke runlevel 3 dan 5

e58

Analisa: Perintah di atas tidak dapat dijalankan karena package program belum terinstall dari reposititory sehingga menghasilkan pesan error

5. Hal tersebut juga dapat dilakukan tanpa opsi “—level”, otomatis chkconfig akan mengubah runlevel 3 dan 5

e59

Analisa: Perintah di atas tidak dapat dijalankan karena package program belum terinstall dari reposititory sehingga menghasilkan pesan error

6. Anda juga dapat shutdown permanen dan stop dari running saat ini.

e60

Analisa: Perintah di atas tidak dapat dijalankan karena package program belum terinstall dari reposititory sehingga menghasilkan pesan error

7. Anda dapat menggunakan chkconfig untuk memeriksa kembali pekerjaan Anda

e61

Analisa: Perintah di atas tidak dapat dijalankan karena package program belum terinstall dari reposititory sehingga menghasilkan pesan error

 

LATIHAN:

1. Pada percobaan 1 lihatlah urutan eksekusi pada saat startup dan shutdown pada runlevel 5 untuk file:
a. netfs
b. pcmcia
c. nfslock
d. kudzu
e. portmap
f. wlan
g. isdn
h. network
i. syslog

e62

j. keytable

e63

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk melihat urutan eksekusi pada saat startup dan shutdown pada runlevel 5

 

2. Laporkan hasil perubahan password pada mode single user pada percobaan 9. Gunakan password root “redhat” (jangan lainnya!).

e64

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk mengubah password dari root

 

3. Apakah kegunaan menggunakan perintah service? Berikan contoh.

e65

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk menjalankan service terhadap package program pppd-dns

 

4. Apa kegunaan menggunakan perintah chkconfig? Berikan contoh.

e66
e67
e68

Analisa: Perintah di atas digunakan untuk menggantikan perintah chkconfig, pada perintah di atas kita ingin melihat inisialisasi dari masing-masing runlevel ketika di akses oleh user

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat dipaparkan setelah mengikuti praktikum ini dengan baik adalah:

Inisialisasi proses yang dilakukan oleh sistem operasi Linux pada saat booting meliputi:
• Dimulai dari BIOS (Basic Input Output System, adalah antar muka level terendah antara computer dan peripheral
• MBR menunjuk ke boot loader (LILO: Linuk Boot Loaader).
• LILO akan menanyakan label system operasi yang akan mengidentifikasi kernel yang dijalankan. Kernel akan menjalankan system operasi linux
• Yang pertama kali dikerjakan oleh kernel adalah menjalankan program init. Init adalah root/parent dari semua proses yang dijalankan pada linux.
• Proses pertama yang melalui init adalah skrip /etc/rc.d/rc/sysinit.
• Berdasarkan run level yang ditentukan, script dieksekusi untuk memulai proses tertentu untuk menjalankan system dan membuat system lebih fungsional.
Isi dari file /etc/inittab adalah perintah-perintah untuk memulai system komputer, setelah selesai melakukan inisialisasi, selanjutnya akan di booting ke run level yang didefinisikan oleh init default. Init biasanya memulai “getty” yang menunggu layer login yang menandakan proses seorang user

 

REFERENSI

  • https://tri150408.wordpress.com/. Diakses pada 26 April 2018 Pukul 5:45 WIB

 

Jika anda ingin mengajukan pertanyaan seputar artikel terkait, silahkan masukkan pada kolom komentar. Anda dapat mengunduh Materi Lengkap dari artikel terkait dengan mengklik button download di bawah ini

[lockercat]

[/lockercat]