Pos

lensa sejarah

Pancasila – Budaya Gotong Royong Membangun Kepribadian Bangsa Indonesia

BUDAYA GOTONG ROYONG MEMBANGUN KEPRIBADIAN BANGSA INDONESIA

24 September 2017

 

1

 

PRINCE ALVIN YUSUF                 NOVI ANGGRAENI
NIM: 4311701046                           NIM: 4311701051

 

ADY KURNIAWAN                         INDRA PRAMANA
NIM: 4311701041                           NIM: 4311701038

Batam Center, Jl. Ahmad Yani, Tlk. Tering, Batam Kota, Kota Batam, Kepulauan Riau 29461, Indonesia

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-nya, sehingga penulis dapat menyusun laporan ini dengan baik.

Dalam kesempatan ini Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, membimbing dan memberikan dukungan kepada penulis dalam melakukan penyusunan.

Penulis menyadari laporan ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Untuk itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan ke depannya. Begitulah sekiranya yang bisa Penulis sampaikan, lebih dan kurangnya Penulis ucapkan terima kasih dan mohon maaf jika ada kata atau penulisan yang salah karena kesalahan datangnya dari saya dan kelebihan datangnya dari Tuhan Yang Maha Esa.

Batam, 24 September 2017
Penulis

 

 

                                                                        Kelompok 2

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ……..………………………………………………………………………………..……………………………….              2

DAFTAR ISI ……..………………………………………………………………………………………………..…………………………..             3

ABSTRAK ………………………………………………………………………………………………………………….……………………            4

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang …………………………………………………………………………………….……………….……..…………..           5
  2. Rumusan Masalah ……………………………………………………………………………………………..…………………….           5
  3. Tujuan Penelitian …………………………………………………………………………………………………………………….           5
  4. Metodologi Penelitian …………………………………………………………………………………………………………..….           6
  5. Batasan Masalah ………………………………………………………………………………………………………………..……           6

BAB II ISI

  1. Gotong Royong …………………..……………………………………………………………………………………………………           7
  2. Nilai-nilai dalam Gotong Royong ….……………………………………………………………………………………………          8
  3. Manfaat Gotong Royong ………………….………………………………………………………………………………………..         10

BAB III PENUTUP

  1. Kesimpulan …………..…………………………………………………………………………………………………………………         12
  2. Saran ………………………………………………………………………………………………………………………………………         12

KATA PENUTUP …….……………………………………………………………………………………………………………..………..          13

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………………………………………………………           14

BIODATA PENULIS …………………………………………………………………………………………………………………………           15

 

Abstrak

Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia mengacu pada sesuatu yang unik dan khas karena tidak ada pribadi yang benar-benar sama. Meskipun nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan juga terdapat dalam ideologi bangsa lain, tetapi bagi bangsa Indonesia kelima sila tersebut mencerminkan kepribadian dan semangat dalam membangun bangsa karena diangkat dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia sendiri dan dilaksanakan secara simultan.

Salah satu contoh dari pemaparan diatas dapat dilihat dari adanya budaya gotong royong yang lahir di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Gotong royong mampu menyelesaikan permasalahan bangsa. Persatuan dan kesatuan termasuk gotong royong mampu menuntaskan permasalahan yang kerap terjadi dalam kehidupan bangsa dan negara. Untuk itu, saya selaku penulis mengimbau agar pembaca dan masyarakat menjadikan gotong royong sebagai semangat membangun kepribadian bangsa.

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang

Salah satu budaya yang lahir di tengah-tengah masyarakat Indonesia adalah gotong royong. Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Gotong royong mampu menyelesaikan permasalahan bangsa. Persatuan dan kesatuan termasuk gotong royong mampu menuntaskan permasalahan yang kerap terjadi dalam kehidupan bangsa dan negara.

Gotong royong harus ditumbuhkan sejak di lingkungan keluarga terutama dalam konteks pembagian tugas kehidupan, kenegaraan, termasuk pembagian tugas rumah tangga antar anggota keluarga. Jika kehidupan gotong royong di tingkat keluarga sudah berjalan dengan baik, maka kehidupan masyarakat bahkan negara akan berjalan dengan baik pula.

 

  1. Rumusan Masalah
  • Seberapa besar pengaruh gotong royong dalam membangun kepribadian bangsa indonesia?

 

  1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gotong royong dalam membangun kepribadian bangsa indonesia.

Adapun manfaat dari penelitian ini secara umum adalah, menggambarkan seberapa besar manfaat dari gotong royong dalam membangun kepribadian bangsa Indonesia dan menambah wawasan serta memperkaya intelektual, khususnya bagi peniliti dan pembaca pada umumnya.

  1. Metodologi Penelitian

Dalam penilitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Adapun metode kualitatif adalah penelitian yang datanya dinyatakan dalam bentuk verbal dan dianalisis tanpa menggunakan teknik statistik. Penelitian yang sering menggunakan cara ini adalah studi kasus dan historical.

 

  1. Batasan Masalah

Adapun batasan yang disajikan dalam laporan ini hanya meliputi ruang lingkup masyarakat di sekitaran tempat tinggal penulis.

 

 

 

 

BAB II

ISI

  1. Gotong Royong

Gotong royong merupakan istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Istilah ini berasal dari gotong berarti “bekerja”, dan royong berarti “bersama”. Bersama dengan musyawarah, pantun, Pancasila, hukum adat, ketuhanan, dan kekeluargaan, gotong royong menjadi dasar filsafat Indonesia.

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!”

Kalimat tersebut sempat populer di kalangan masyarakat Indonesia pada tahun 90-an, namun dengungannya kini mulai jarang sekali terdengar. Kalimat tersebut singkat, namun maknanya dapat tergambar dengan sangat jelas. Persatuan adalah landasan semangat yang sejak dulu digunakan oleh para pejuang untuk membangun bangsa. Budaya gotong royong merupakan salah satu perwujudan nyata dari semangat persatuan masyarakat Indonesia.

Presiden Republik Indonesia yang pertama, yakni Presiden Soekarno, bahkan menyampaikan jika gotong royong merupakan “jiwa” masyarakat Indonesia pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di tahun 1945. Sayangnya, saat ini budaya gotong royong mulai hilang.

Jika kita berbicara masa lalu, mudah sekali menemukan budaya gotong royong dalam berbagai bentuk. Mulai dari kerja bakti yang seringkali dilakukan warga masyarakat setiap satu minggu sekali hingga budaya gotong royong antar umat beragama. Budaya gotong royong adalah identitas nasional. Karenanya, budaya gotong royong seharusnya terus dijaga supaya terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Koentjaraningrat budaya gotong royong yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dapat dikategorikan ke dalam dua jenis, yakni gotong royong tolong menolong dan gotong royong kerja bakti. Budaya gotong royong tolong menolong terjadi pada aktivitas pertanian, kegiatan sekitar rumah tangga, kegiatan pesta, kegiatan perayaan, dan pada peristiwa bencana atau kematian. Sedangkan budaya gotong royong kerja bakti biasanya dilakukan untuk mengerjakan sesuatu hal yang sifatnya untuk kepentingan umum, entah yang terjadi atas inisiatif warga atau gotong royong yang dipaksakan.

 

Dalam perspektif sosiologi budaya, nilai gotong royong adalah semangat yang diwujudkan dalam bentuk perilaku atau tindakan individu yang dilakukan tanpa mengharap balasan untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama demi kepentingan bersama atau individu tertentu. Gotong royong menjadikan kehidupan manusia Indonesia lebih berdaya dan sejahtera. Dengan gotong royong, berbagai permasalahan kehidupan bersama bisa terpecahkan secara mudah dan cepat, demikian halnya dengan kegiatan pembangunan masyarakat.

 

  1. Nilai-nilai dalam Gotong Royong

Jika dilihat sekilas, gotong royong tampaknya hanya terlihat seperti suatu hal yang mudah dan sederhana. Namun dibalik kesederhanaannya tersebut, gotong royong menyimpan berbagai nilai yang mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat. Nilai-nilai positif dalam gotong royong antara lain:

  1. Kebersamaan

Gotong royong mencerminkan kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat. Dengan gotong royong, masyarakat mampu bekerja secara bersama-sama untuk membantu orang lain atau untuk membangun fasilitas yang bisa dimanfaatkan bersama.

  1. Persatuan

Kebersamaan yang terjalin dalam gotong royong sekaligus melahirkan persatuan antar anggota masyarakat. Dengan persatuan yang ada, masyakarat menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi permasalahan yang muncul.

  1. Rela berkorban

Gotong royong mengajari setiap orang untuk rela berkorban. Pengorbanan tersebut dapat berbentuk apapun, mulai dari berkorban waktu, tenaga, pemikiran, hingga uang. Semua pengorbanan tersebut dilakukan demi kepentingan bersama. Masyarakat rela mengesampingkan kebutuhan pribadinya untuk memenuhi kebutuhan bersama.

  1. Tolong menolong

Gotong royong membuat masyarakat saling bahu-membahu untuk menolong satu sama lain. Sekecil apapun kontribusi seseorang dalam gotong royong, selalu dapat memberikan pertolongan dan manfaat untuk orang lain.

  1. Sosialisasi

Di era modern, kehidupan masyarakat cenderung individualis. Gotong royong dapat membuat manusia kembali sadar jika dirinya adalah maskhluk sosial. Gotong royong membuat masyarakat saling mengenal satu sama lain sehingga proses sosialisasi dapat terus terjaga keberlangsungannya.

 

  1. Manfaat Gotong Royong

Gotong royong merupakan budaya masyarakat yang akan memberikan banyak sekali keuntungan. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain:

  1. Meringankan beban pekerjaan yang harus ditanggung

Semakin banyak orang yang terlibat dalam usaha membangun atau membersihkan suatu lingkungan, maka akan semakin ringan pekerjaan dari masing-masing individu yang terlibat di dalamnya. Selain meringankan pekerjaan yang harus ditanggung oleh masing-masing individu, gotong royong juga membuat sebuah pekerjaan menjadi lebih cepat untuk diselesaikan. Artinya, gotong royong dapat membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

  1. Menumbuhkan sikap sukarela, tolong-menolong, kebersamaan, dan kekeluargaan antar sesama anggota masyarakat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gotong royong memiliki nilai-nilai yang menjadikan gotong royong menjadi budaya yang sangat baik untuk dipelihara. Gotong royong dapat menumbuhkan sikap sukarela, tolong-menolong, kebersamaan, dan kekeluargaan antar sesama anggota masyarakat. Masyarakat yang mau melakukan gotong royong akan lebih peduli pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Mereka rela untuk saling berbagi dan tolong menolong. Masyarakat juga dapat lebih “guyup” karena gotong royong menjaga kebersamaan dan kekeluargaan antar sesama anggota yang ada di masyarakat. 

  1. Menjalin dan membina hubungan sosial yang baik dan harmonis antarwarga masyarakat

Lingkungan yang harmonis akan menyehatkan masyarakatnya. Ketika ada satu anggota masyarakat yang kesulitan, maka anggota masyarakat lain akan sigap memberikan pertolongan. Hubungan sosial yang baik dan harmonis seperti ini dapat dibangun jika masyarakat mau malakukan kegiatan gotong royong. Gotong royong dapat menumbuhkan hubungan sosial yang baik pada masyarakat. Sebagai akibatnya, hubungan antaranggota masyarakat pun akan semakin harmonis.

  1. Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan nasional

Dalam skala yang lebih besar, gotong royong dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan nasional. Masyarakat yang sudah solid di tingkat RT atau RW akan mampu menjalin persatuan yang lebih besar lagi dalam skala nasional. Gotong royong mampu menyadarkan masyarakat jika kita semua berada di tanah air yang sama, sehingga sikap persatuan dan kesatuan yang ada juga harus diwujudkan dari Sabang sampai Merauke, yakni pada seluruh daerah di Indonesia.

 

BAB III

PENUTUP

 

 

  1. Kesimpulan

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu

  • Budaya gotong royong atau bekerja bersama-sama mampu mencapai suatu hasil yang diinginkan bersama.
  • Gotong royong mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan bangsa dan negara.

 

  1. Saran

Adapun saran yang dapat penulis sampaikan kepada kita semua yaitu agar pembaca dan masyarakat menjadikan gotong royong sebagai semangat membangun kepribadian bangsa dan menjadikan gotong royong sebagai sarana mempersatukan bangsa Indonesia.

 

KATA PENUTUP

 

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah atas segala rahmat yang telah diberikan oleh ALLAH SWT, bahwa penulis telah mendapat dukungan dari berbagai pihak dalam menyelesaikan laporan ini dengan baik tanpa mengalami hambatan yang berarti.

Dengan dibuatnya laporan ini minimal diharapkan juga ada kesamaan Visi antara penulis dengan para pembaca.

Penulis mengharapkan agar semua penjelasan didalam laporan ini yang telah tersusun dengan rapi sesuai dengan tujuan awal dibuatnya laporan ini. Penulis telah berusaha membuat laporan yang mudah dimengerti serta dipahami bagi para pembacanya.

Saran serta kritik yang membangun demi perbaikan penulisan laporan ini penulis nantikan agar dalam penyusunan laporan selanjutnya dapat tersajikan dengan lebih baik dan lebih sempurna lagi.

Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan membimbing dalam menyelesaikan laporan ini, serta besar harapan penulis agar laporan yang telah penulis susun dapat bermanfaat bagi semua pihak, Aamiiiin.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Referensi
  • http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/23025/2017/05/16/Aher-Jadikan-Gotong-Royong-Sebagai-Kepribadian-Bangsa
  • http://ciputrauceo.net/blog/2016/2/15/gotong-royong-dan-manfaat-gotong-royong-bagi-kehidupan

 

BIODATA PENULIS

  • Prince Alvin Yusuf: Mahasiswa Politeknik Negeri Batam 2017, Informatika, Multimedia dan Jaringan (MJ-1B)

 

Jika anda ingin mengajukan pertanyaan seputar artikel terkait, silahkan masukkan pada kolom komentar. Anda dapat mengunduh Materi Lengkap dari artikel terkait dengan mengklik button download di bawah ini