Sistematika Penyusunan Perangkat Pembelajaran

SISTEMATIKA PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

PAI DI SMP ATAU SMA

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah ‘Materi PAI SMP atau SMA’

Dosen Pengampu: Moh. Nihwan, M.Pd.i

Semester/Kelas: IV/C

Oleh kelompok tiga (III):

Moh. Ziyad Khazin

Tolak

Hafidzi

Mohammad Nauvil

 

 

 

PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT ILMU KEISLAMAN ANNUQAYAH

(INSTIKA)

GULUK-GULUK SUMENEP MADURA

TAHUN PELAJARAN 2018

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan merupakan hal pertama sekaligus mendasar yang sangat dibutuhkan oleh setiap insan manusia. Dikatakan demikian, karena jika seandainya seorang manusia lahir lalu tumbuh tanpa pendidikan, tentu manusia tersebut akan kesulitan dalam menjalani sekaligus mengembangkan potensi kehidupan yang ia miliki. Dengan kata lain, manusia tanpa pendidikan (baik formal, informal, atau non formal), bagai berjalan di daerah baru tanpa mendapat petunjuk arah satupun.

Oleh karena pendidikan merupakan hal paling mendasar yang dibutuhkan oleh setiap manusia, dengan harapan manusia tersebut akan menjadi lebih baik, tentu pendidikan ini (termasuk proses pembelajarannya) harus berlangsung dengan baik pula, yakni melalui tahapan persiapan terperinci serta matang. Baik terkait Silabusnya atau RPPnya sebagaimana akan kami bahas pada makalah kali ini.

  1. Rumusan Pembahasan
  2. Apakah Silabus Itu?
  3. Seperti Apakah RPP Itu?
  4. Seperti Apa Kriteria Penyusunan Perencanaan Pembelajaran PAI?

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Silabus
  2. Pengertian Serta Fungsi Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup identitas mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), Materi Pokok/Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Indakator, Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar.[1]

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mendefinisikan silabus sebagai “rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup Standar Kompetensi (SK), Kompetisi Dasar (KD), materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.[2]

Menurut Trianto, M.Pd. Silabus adalah salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Dengan kata lain silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup standar kompetenensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.[3]

Berikut ini merupakan bebarapa fungsi silabus, antara lain:

  1. Penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam kurikulum ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, sehingga memudahkan guru dalam menerjemahkan kurikulum ke dalam tataran perencanaan dan implementasi pembelajaran di sekolah.
  2. Acuan untuk membuat Rencana Pelaksanaan (RPP) yaitu rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.[4]
  3. Komponen dan Struktur Silabus

Silabus hendaknya memenuhi komponen-komponen di bawah ini, dan disusun berdasarkan struktur sebagai berikut:

  1. Identitas Silabus
  2. Standar Kompetensi
  3. Kompetensi Dasar
  4. Materi Pokok/Pembelajaran
  5. Indikator
  6. Penilaian
  7. Alokasi Waktu
  8. Sumber Belajar.[5]
  9. Langka-Langkah Penyusunan Silabus

Langkah-langkah penyusunan silabus adalah sebagai berikut :

  1. Mengisi identitas Silabus
  2. Identitas terdiri dari nama sekolah, mata pelajaran, kelas, dan semester. Identitas silabus ditulis di atas matrik silabus.
  3. Menuliskan Standar Kompetensi. Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi diambil dari standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar)
  4. Menuliskan Kompetensi Dasar. Kompetensi dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam standar isi.
  5. Mengindentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran.
Baca Juga  Makalah Kalkulus dan Fungsi

Dalam mengindetifikasi materi Pokok/pembelajaran harus dipertimbangkan : (1) kesesuaian materi pokok dengan SK dan KD; (2) tingkat perkembangan fisik, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik; (3) kebermanfaatan bagi peserta didik; (4) struktur keilmuan; (5) kedalaman dan keluasan materi; (6) relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntuan lingkungan; dan (7) alokasi waktu.

  1. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajaran yang proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan,  dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran kontekstual, meliputi pembelajaran berbasis masalah (Probelem-based learning), belajar kooperatif (Cooperative Learning), pembelajaran berbasis proyek  (Project based Learning), pembelajaran pemahaman konsep (Concept Learning), pembelajaran berbasis kerja (work-based-Learning), pembelajaran nilai (value lerning ) dengan berbagai  variasi modelnya.
  2. Merumuskan Indikator. Dalam penentuan indikaror diperlukan kriteria-kriteria: (a) sesuai tingkat perkebangan berfikir siswa, (b) berkaitan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar, (c) memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life Skills), (d)  harus dapat menunjukan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif, afektif, dan psikologi psikomotor); (e) memperhatikan sumber-sumber belajar bacaan dan non bacaan, sumber  yang direncanakan dan dimanfaatkan yang relevan; (f) dapat diukur/dapat dikuantifikasikan/dapat diamati; dan (g) menggunakan kata kerja operasional.
  3. Penilaian pencapaian kompetensi dasar siswa dilakukan berdasarkan indikator yang sudah di tentukan dengan menggunakan penilaianan autentik. Dalam mengembangkan penilaian autentik hendaknya disusun terlebih dulu daftar kompetensi konkret dalam bentukpengetahuan, bentuk karya, unjuk karya dan perilaku dari mata pelajaran tertentu. Selanjutnya menentukan atau menyusun indikator tiap kompetensi konkret, baik kompetensi yang berbentuk pengetahuan, karya, unjuk karya dan perilaku.
  4. Teknik penilaian. Teknik penilaian adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan poleh peserta didik. Dalam penilaian berbasis kelas ada tujuh teknik penilaian yang dikembangkan yaitu penilaian untuk kerja, penilaian tertulis, penilaian proyek, penilaian produk, penilaian sikap, penilaian portofolio, dan penilaian diri.
  5. Bentuk instrument. Bentuk Instrumen yang di pilih harus sesuai dengan teknik penilaiannya. Oleh karena itu,  bentuk  instrumen yang dikembangkan dapat berupa bentuk instrumen yang tergolong teknik : (1) Penilaian unjuk kerja, dapat berupa cheklist dan rating scale. (2) Penilaian sikap, yaitu format observasi perilaku, skala sikap dan penilaian pribadi.
  6. Contoh Instrumen. Setelah ditetapkan bentuk instrumennya, selanjutnya di buat contohnya. Contoh instrumen dapat dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia. Namun, apabila dipandang hal itu menyulitkan karena kolom yang tersedia tidak mencukupi, selanjutnya contoh instrumen penilaian di letakan di dalam lampiran.
  7. Menentukan Alokasi waktu. Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu Kompetensi Dasar tertentu, dengan memperhatikan : (a) Minggu efektif persemester. (b) Alokasi waktu mata pelajaran, dan jumlah kompetensi persemester.
  8. Menentukan Sumber Belajar. Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran, yang dapat berupa : buku teks, media cetak, media elektronika, narasumber, lingkungan alam sekitar, dan sebagainya.[6]
  9. RPP
  10. Pengertian dan Fungsi RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan penjabaran dari silabus yang telah disusun pada langkah sebelumnya. Di dalam RPP tercermin kegiatan yang telah ditetapkan. Dalam pengertian lain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasaian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.[7]

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menurut KBK 2004, yaitu panduan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran disusun untuk setiap pertemuan yang disusun dalam skenario kegiatan. Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun untuk setiap pertemuan yang terdiri dari tiga rencana pembelajaran, masing-masing dirancang untuk pertemuan selama 90 menit dan 135 menit. Skenario kegiatan pembelajaran dikembangkn dari rumusan tujuan pembelajaran yang mengacu dari indikator untuk hasil belajar sesuai kurikulum berbasis kompetensi.[8]

Baca Juga  Makalah Bahan Dan Teknologi Pengemasan

Rencana pelaksanaan pembelajaran berisi garis besar apa yang akan dikerjakan oleh guru dan peserta didik selama proses pembelajaran, baik untuk satu kali pertemuan maupun beberapa kali pertemuan. Guru yang belum berpengalaman pada umumnya memerlukan perencanaan yang lebih rinci dibandingkan dengan guru yang sudah berpengalaman.

Sedikitnya terdapat dua fungsi RPP, yakni fungsi perencanaan dan fungsi pelaksanaan:

  1. Fungsi Perencanaan.

Fungsi perencanaan adalah bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran hendaknya dapat mendorong guru lebih siap melakukan kegiatan pembelajaran dengan perencanaan yang matang. Oleh karena itu, setiap akan melakukan pembelajaran guru wajib memiliki persiapan tertulis maupun tidak tertulis. Dosa hukumnya bagi guru yang mengajar tanpa persiapan, dan hal tersebut hanya akan merusak mental mental dan moral peserta didik, serta akan menurunkan wibawa secara keseluruhan.

Komponen-komponen yang harus dipahami guru dalam pengembangan  antara lain : kompetensi dasar, materi standar, hasil belajar, indikator hasil belajar, penilaian, dan prosedur pembelajaran.

  1. Fungsi Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran harus disusun secara sistematis, utuh dan menyeluruh, dengan beberapa kemungkinan penyesuaian dalam situasi pembelajaran yang aktual. Dengan demikian, rencana pelaksanaan pembelajaran berfungsi untuk mengefektifkan proses pembelajaran sesuai dengan apa yang direnanakan. Dalam hal ini, materi standar yang dikembangkan dan dijadikan bahan kajian oleh peserta didik harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya,mengandung nilai fungsional, praktis, serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan, sekolah, dan daerah. Oleh karena itu, kegitan pembelajaran harus terorganisasi melalui serangkaian kegiatan tertentu, dengan strategi yang tepat dan mumpuni.

  1. Komponen dan Struktur RPP

RPP sebagai proses lanjutan dari silabus memiliki beberap komponen. Komponen-komponen ini akan memberikan gambaran awal bagaimana proses pembelajaran di kelas akan berjala. Komponen dan struktural sebuah RPP adalah sebagai berikut :

  1. Identitas RPP
  2. Tujuan Pembelajaran
  3. Materi Ajar
  4. Metode Pembelajaran
  5. Langkah-langkah Pembelajaran
  6. Sumber Belajar
  7. Penilaian Hasil Belajar

Komponen-komponen pentinga yang ada dalam rencana pembelajaran menurut Trianto, M.Pd. meliputi : Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), hasil belajar, indikator pencapaian hasil belajar, strategi pembelajaran, sumber pembelajaran, alat dan bahan, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, dan evaluasi.

Contoh Format

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : …………………………………………………….

Satuan Pendidikan      : …………………………………………………….

Kelas/Semester            : …………………………………………………….

Topik/Tema                 : …………………………………………………….

Alokasi Waktu            : …………………………………………………….

Standar Kompetensi   :………………………………………………………(diambil dari kurikulum)

  1. Kompetensi Dasar :………………………………………………………(diambil dari kurikulum)
  2. Indikator :………………………………………………………..(diambil dari kurikulum)
  3. Tujuan Pembelajaran :………………………………………………….(dikembangkan dari indikator)
  4. Pendekatan/Model/Metode

Pembelajaran               :………………………………….(dikembangkan dari indikator)

  1. Materi :……………………………………(dikembangkan dari analisis materi)
  2. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Tahapan

Kegiatan

Alokasi Waktu

Kegiatan Awal ·

  • Apersepsi
  • Motivasi

Kegiatan Inti

  • Presentasi
  • Eksperimen/demonstrasi
  • Diskusi
  1. Sumber, Alat, dan Media Pembelajaran
  2. Penilaian
  • Teknik
  • Bentuk Instrumen
  • Instrumen

Madura…………………………………

 

Mengetahui,

Kepala Sekolah                          Guru Mata Pelajaran………………

(………………….)                                      (………………….)

NIP. …………………..                               NIP. ……………………..

  1. Kriteria Penyusunan Perencanaan Pembelajaran PAI
  2. Signifikan

Signifikan dapat diartikan sebagai kebermaknaan, dalam artian; bahwa perencanaan pembelajaran hendaknya penuh makna agar proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien.[9]

Dalam hal ini, perencanaan pembelajaran memiliki kedudukan yang sangat urgen dalam keberhasilan proses pembelajaran itu sendiri, karena perencanaan pembelajaran yang baik serta matang, menentukan terhadap tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut.[10]

  1. Relevan

Relevan artinya sesuai. Nilai relevansi dalam perencanaan pembelajaran adalah bahwa perencanaan yang kita susun memiliki nilai kesesuaian baik internal ataupun eksternal. Kesesuaian internal adalah perencanaan pembelajaran harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Kesesuaian eksternal mengandung makna, bahwa perencanaan pembelajaran yang disusun harus sesuai dengan kebutuhan siswa.[11]

  1. Kepastian
Baca Juga  60 Soal Latihan IPA dan Jawabannya

Nilai kepastian ini bermakna bahwa dalam perencanaan pembelajaran yang berfungsi sebagai pedoman dalam penyelenggaraan proses pembelajaran, tidak lagi memuat alternatif-alternatif yang bisa dipilih (alternatif-alternatif yang masih bersifat umum), melainkan berisi langkah-langkah pasti yang dapat dilakukan secara sistematis sehingga mampu meminimalisir masalah yang nantinya bisa terjadi ketika proses pembelajaran.

  1. Adaptabilitas

Perencanaan pembelajaran yang disusun hendaknya bersifat lentur atau tidak kaku. Dalam artian, perencanaan pembelajaran yang akan digunakan harus sesuai dengan keadaan. Serta memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan agar perencanaan tersebut bisa digunakan.

  1. Kesederhanaan

Perencanaan pembelajaran harus bersifat sederhana, artinya mudah dipahami sekaligus mudah untuk diimplementasikan.[12] Maksudnya apabila perencanaan pembelajaran mudah diimplementasikan, maka perencanaan pembelajaran tersebut akan berfungsi dengan baik sebagai pedoman untuk guru dalam mengelola sebuah kelas (pembelajaran).[13]

 

 

 

BAB III

PENUTUPAN

  1. Kesimpulan 
  2. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup identitas mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), Materi Pokok/Pembelajarn, Kegiatan Pembelajaran, Indakator, Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar.
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan penjabaran dari silabus yang telah disusun pada langkah sebelumnya. Di dalam RPP tercermin kegiatan yang telah ditetapkan. Dalam pengertian lain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasaian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Kokom Komalasari. M.Pd, Pembelajaran Kontekstual : Konsep dan Aplikasi (Bandung: PT Refika Aditama, 2010)
  • Badan Standar Nasinal Pendidikan, Panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, 2006
  • Trianto, M.Pd, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif : Konsep, Landasan dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (Jakarta : Kencana, 2010)
  • Wina Sanjaya, Perencanaan dan Design Sistem Pembelajaran (Jakarta: Prenada Media Group, 2008)
  • Buna’I, S.Ag, Perencanaan Pembelajaran PAI (Surabaya: Pena Salsabila, 2013)

 

[1] Dr. Kokom Komalasari. M.Pd, Pembelajaran Kontekstual : Konsep dan Aplikasi (Bandung: PT Refika Aditama, 2010), 180

[2] Badan Standar Nasinal Pendidikan, Panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, 2006

[3] Trianto, M.Pd, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif : Konsep, Landasan dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (Jakarta : Kencana, 2010), 201

[4] Dr. Kokom Komalasari. M.Pd, Pembelajaran Kontekstual : Konsep dan Aplikasi (Bandung: PT Refika Aditama, 2010), 180

[5] Dr. Kokom Komalasari. M.Pd, Pembelajaran Kontekstual : Konsep dan Aplikasi.., 180

[6] Dr. Kokom Komalasari. M.Pd, Pembelajaran Kontekstual : Konsep dan Aplikasi (Bandung: PT Refika Aditama, 2010), 193

[7] Dr. Kokom Komalasari. M.Pd, Pembelajaran Kontekstual : Konsep dan Aplikasi.., 193

[8] Trianto, M.Pd, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif : Konsep, Landasan dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) (Jakarta : Kencana, 2010), 214

[9] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Design Sistem Pembelajaran (Jakarta: Prenada Media Group, 2008), 38

[10] Buna’I, S.Ag, Perencanaan Pembelajaran PAI (Surabaya: Pena Salsabila, 2013), 28

[11] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Design Sistem Pembelajaran (Jakarta: Prenada Media Group, 2008), 38

[12] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Design Sistem Pembelajaran (Jakarta: Prenada Media Group, 2008), 39

[13] Buna’I, S.Ag, Perencanaan Pembelajaran PAI (Surabaya: Pena Salsabila, 2013), 29

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.